Setahun Lepas Gadget dan Sukses Hafal Quran dalam 300 Hari



 

Bagi kebanyakan generasi zaman now, gadget sudah menjadi layaknya kebutuhan primer.

Seringkali dijumpai remaja-remaja yang sibuk bersama smartphonenya dan mengutak-atik medsosnya bahkan sampai lupa makan dan tidur. Apalagi sejak fenomena game Mobile Legend merebak di kalangan mereka.

Namun anomali terjadi pada anak-anak dari pasangan asal Surabaya, yaitu Bapak Wahyudi dan Ulfatin Noer.
 
Tiga anak mereka memutuskan untuk melepaskan diri dari cengkeraman gadget.

...
Terpisah di tiga kota yang berbeda, tiga saudara ini mempunyai kebiasaan yang berbeda dari remaja pada umumnya.

Jam 2 pagi, mereka sudah terbangun untuk qiyamullail dan memulai aktivitasnya. Sementara di saat itu, remaja pada umumnya baru akan tidur selepas begadang ditemani gadgetnya.

Tiga saudara ini senantiasa memohon kepada Rabb agar mereka dijadikan sebagai pemuda-pemudi yang mendapat Rahmat-Nya serta menjadi anak yang dapat menjadi jariyah bagi orang tua mereka.

Tujuan yang sama, di saat yang sama, hanya di tempat yang berbeda.

Zulfa Ahmad Ibrahim di Sidoarjo.
Annisa Rosyidah di Surabaya.
Dan Ahmad Rizal Akbar di Kediri.

Mereka mengikuti program Tahfizh 300 hari yang diadakan di 10 titik di 7 kota Pulau Jawa.

Keluarga besar Bapak. Wahyudi Surabaya
 

...
Zulfa, yang termuda dari ketiganya, mulai menambah hafalan baru selepas qiyamullail dengan target setengah halaman mushaf Quran sampai sebelum subuh.

Selepas shalat subuh, ia akan kembali melanjutkan menambah hafalan baru setengah halaman lagi.

Setelah target hafalan di pagi hari sudah tercapai, ia pun beristirahat sejenak.

Aktivitas menghafal berlanjut kembali seusai mandi dan sarapan.
Kali ini, ia mengulang kembali atau me-muroja’ah hafalannya mulai jam 8 sampai jam 11.

Setelahnya, ia kembali beristirahat sambil mempersiapkan diri untuk ibadah shalat Dzuhur.

Di waktu siang setelah dzuhur, ia dan rekan2nya diberi waktu untuk tidur siang selama 2 jam sampai menjelang ashar. 


Selepas istirahat yang cukup, lantas ia mulai menambah hafalan baru setelah sholat asar sampai menjelang magrib sebanyak setengah halaman. Lalu ditambah setengah halaman lagi setelah sholat maghrib sampai waktu isya.

Setelah sholat isya ia kembali mengulang hafalan yang sudah dihafal pada waktu sore sekaligus menyetorkannya kepada sang gurunya.

Jadilah dalam sehari, ia dapat menghafal dua lembar ..

Hafalan itu tidak hanya dihafalkan, namun juga ditulis agar lebih melekat dalam ingatan secara visual.

MasyaaAllah ..


...
Nampak begitu padat kegiatan dan tanpa cela untuk hiburan. Sayangnya, itu hanya dari sudut pandang kita.

Dari sudut pandang Zulfa, bisa bercengkerama dengan Al Quran dan berkawan bersama para penghafal Quran adalah hiburan dan kebahagian tiada tara untuknya. 

  
Tiga saudara bersama saudara lainnya



Jika boleh kita bandingkan, Zulfa sangatlah menikmati dan menghayati hafalan Qurannya. Sebagaimana kita yang masih begitu menikmati dan terhibur dengan musik-musikan.  

...
Bersambung ..

Comments