Terjaga dari Memandangimu

Dalam riwayat Tirmidzi, Rasulullah pernah berpesan : “Janganlah kamu ikuti pandangan pertama itu dengan pandangan berikutnya. Pandangan pertama itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.”


Terasa berat untuk mematuhinya bagi laki-laki seperti aku. 
Lelaki yang terkadang masih terlalu mudah untuk mengagumi paras.

Ketika aku memandang jelitanya paras seorang wanita, maka ada keniscayaan bagiku untuk menilai bahwa anggunlah pula akhlaqnya.

Padahal aku pun tahu bahwa penilaian seperti itu sangatlah salah kaprah.
Paras cantik dan anggunnya akhlaq perempuan bukanlah suatu bentuk regresi linear.


....
Namun demikian, aku tidaklah seperti itu kepada semua perempuan.

Ada satu perempuan yang ku pandangi dengan berbeda.


....
Anomali terjadi ketika aku memandangimu.

Nyatanya aku tak begitu ingat sabda Rasulullah ketika aku secara reflek langsung menundukkan pandangan setiap wajah kita bertemu.


....
Aku mungkin sedikit tahu alasan mengapa pandangan selanjutnya dilarang setelah pandangan pertama.

Aku bisa merasakannya setiap aku memandangi perempuan.

Pandangan pertama umum terjadi karena ketidaksengajaan.
Aku memang betul-betul tidak bisa mengelak dari pandangan itu.

Sementara itu, pandangan selanjutnya adalah murni kesengajaan dan kesadaran mutlak dari aku yang cenderung diikuti oleh hawa nafsu.


Bahkan pandangan kedua dan selanjutnya acapkali diikuti dengan ucapan-ucapan rofas dan imajinasi yang terlalu jauh.

Maka jadilah pandangan pertama diperbolehkan dan diampuni. 
Sedangkan pandangan selanjutnya dilarang dan terhitung dosa.

Astaghfirullah. 
Semoga aku bisa mengaplikasikan kesadaranku dan bukanlah sekadar kesadaran semu.


....
Saat aku teringat pesan Rasulullah, lantas aku teringat dengan kelakuan-kelakuanku selama ini.
termasuk juga rasa 'kikuk'ku terhadapmu.

Ada satu pertanyaan menggantung dalam benakku.

Jika saat memandang wanita lain aku bisa begitu mudah untuk meneruskannya dengan pandangan-pandangan selanjutnya, lantas mengapa itu tidak terjadi terhadapmu ?


Comments