Maaf, Aku Telah Lancang Mengagumimu

awalnya
aku cukup percaya bahwa
aku menemukannya.

aku berusaha menjangkaunya
karena memang aku mengaguminya.

..

Namun seperti tak jera,
tak belajar dari pengalaman.

Aku terkalahkan hawa
lagi dan lagi.

aku terinjak-injak olehnya
yang mulai kembali merasuk dan berkuasa


Bagaimana mungkin aku berani melanggar batasan Allah ?

Ketika Rasulullah saja memalingkan wajah Fadhl ibn Abbas dari memandangi wanita yang disukainya,
sementara aku malah semakin sering memperhatikanmu.

Ketika Fathimah bahkan meminta maaf kepada Ali karena beliau sudah menyukai seseorang sebelum menikah dengan Ali,
yang padahal seseorang yang disukai oleh Fatimah sebelum menikah itu adalah Imam Ali sendiri,
sementara aku dengan kebodohanku malah berani-beraninya menyukai dan mendekati seseorang yang belum pasti.

Aku mohon ampun kepada Allah


...



Dan teruntuk kamu.

aku pun meminta maaf kepadamu,
atas caraku selama ini.


Jika "cabang kegilaanku" pernah meluluhkanmu
dan menimbulkan benih-benih rasamu untukku,
maka aku akan berusaha melakukan penebusan.

Semoga Allah memberi pertolongan.

...

Maka,
pandanglah aku berbeda
agar kau tak sungkan untuk menjauh.
maka aku pun akan menjauh.


pandanglah aku berbeda
agar kecondonganmu tak lagi padaku.
dan aku pun begitu.



Bahkan aku pun tak masalah.
jika kamu kebabalasan dengan membenciku.
Namun bencilah aku karena Allah.

Jika memang perlu.
aku pun akan membencimu.
aku akan mencari caranya.
mungkin akan semakin mudah membuatmu benci padaku.

Agar sama sekali tak berbekas.


karena sungguh.
kekaguman ini sudah meliar dari batas wajar.
jika pun sudah hilang,  jejaknya akan tetap kentara.

..

Dan sebagai penutup.

kembali seperti Fathimah dan Imam Ali.
Jika Allah izinkan kita bisa bersama,
maka semoga Allah mengizinkan pula aku untuk berkata bahwa
Maaf, jika aku dulu pernah menyukaimu sebelum halal.

Jika memang Allah izinkan kita bisa bersama,
maka mari mencari ridho Allah bersama dalam kehalalan.
Tanpa harus ada yang berkembang dalam keharoman, sebelum halal.


dan Jika Allah memang tak mengizinkan.
sungguh rencana Allah lebih baik daripada pengharapan makhluq.

Semoga Allah menyaksikan pula bahwa Ridho-Nya lah yang aku cari, bukan ridhomu.

Comments